on leaving home

pepatah home sweet home sangat berlaku buat saya, yang gak pernah meninggalkan rumah sedikitpun (well, kecuali untuk 3.5 tahun waktu saya kuliah di australi). jangankan ninggalin rumah, pindah rumah pun gak pernah karena rumah ini dibangun di saat bersamaan saya lahir, .. jadi umurnya sama. in fact, gara2 rumah ini juga saya diungsikan ke surabaya untuk dirawat oleh opa-oma dari umur 2 bulan, krn rumah kontrakan terlalu sempit untuk menampung 3 orang anak kecil.

sewaktu berbenah untuk pindahan ke australi pun saya tidak terlalu kawatir. karena saya tau ini hanya temporary.. setelah lulus akan kembali ke indonesia. dan memang benar, secinta2nya saya sama melbourne, tetep aja saya memilih untuk tinggal di rumah dan kerja di indo. and i love my parents, tinggal sama mereka (walaupun kadang ngeselin) banyakan enaknya daripada gak enaknya kok. sure, they have rules and they can be annoying sometimes. but they’re one of the coolest parents on earth, and they’re funny. so i like living with them (not to mention it’s cheaper too.. :P)

now it’s time for me to move out of the house again. and this time i know it won’t be temporary, and somehow, although i’m excited about moving and getting married, i’m also sad about leaving my parents and home behind. sengesel2innya ni rumah (panas lah, banjir lah, debuan lah, segala macem apalah) tetep aja ini rumah ternyaman yang pernah gw tinggalin. liat aja, secara lokasi rumah ini strategis sekali. dikelilingi 3 mall (TA, citraland, puri indah) and soon to be 2 more malls (central park, puri pavillion, atau disingkat PX). ke sudirman deket. ke airport deket. ke kelapa gading tinggal naek tol, deket juga. mo ke tol jagorawi/cikampek, tinggal lurus2 doang. malem2 kekurangan makan, tinggal keluar pager. daerahnya aman. cukup bebas banjir kecuali setaun sekali, itupun gak sampe segenteng.. paling semata kaki. kurang apa lagi???

of course, a home is a home karena konten/isi rumahnya (besides my parents of course). ada anjing2 gw yg oh sungguh lucu2nya, walaupun suka dodol. ada si bonni yang manja banget selalu minta peluk kalau pagi2, ada ciko yang takut gelap dan hantu, ada dede yang udah mulai budek dan buta (gejala penuaan), dan suka curigaan kalau ada yg meluk2, disangka mau guntingin kukunya. belom lagi kucing2 tolol yang setiap siang dan sore ngantri di depan dapur, minta jatah makan. trus ada pembantu gw yang selalu setia mencarikan makanan kalau gw lagi lapar.

tapi tentu aja yg paling berat adalah mikirin nanti bonyok gw tinggal berduaan aja.. gak ada kerjaan gitu. dulu kan masih ada yg bisa diomel2in (me :P) dan dijadiin supir. gosh i worry a lot about them, especially my dad yang udah mulai tua. gak bisa lagi nyetir jauh. mom yang harus ngurusin semua rumah berikut ngerawat bokap yg udah tau diabet masih aja kekeuh ngemil coklat dan makan enak. dan belom lagi mesti kemana2 nyetir sendiri krn bokap udah gak kuat nyetir jauh. duh.

ternyata emang gak gampang ya ninggalin rumah. i hope they’ll be alright though. and one thing’s for sure, i’m gonna miss this house and my parents a LOT.

Advertisements

One thought on “on leaving home

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s