habis gelap terbitlah terang

buat yg pernah mendengar pepatah di atas, dan menghubungkannya dengan kecantikan.. mereka pasti pernah berdiet ketat demi mencapai bobot tubuh yang (dianggap) ideal. and to them, i’d like to say: “AMEN, SISTER!! we (and our skinny bodies) shall prevail!!!”

hoahoahoahoahoahaohaohaoa.

jadi ya, sejak diare berkepanjangan bbrp bulan yg lalu itu, gw skarang jadi membatasi makan nasi. alasan utama sih sebetulnya karena efek diare itu gw jadi eneg ngeliat nasi kotak. paling banter ya gw makan lauknya, nasinya paling cuma 2 sendok tipis2, sekedar penetral rasa asin. tapi sejak malam natal gw kok menyadari kalau ternyata, efek dari diare dan gak makan nasi itu adalah:

I’M FINALLY SKINNY!!

hhiaiahiahiahiah. sinting pisan. jeans gw yg dulu sempet susah di retsleting sekarang jadi longgar di bagian paha dan pantat. yes indeed, i can proudly confirm that now i have smaller butt and thighs. hahaha! *ketawa sinchan* karena itulah gw ngelanjutin efek kurus ini dengan diet nasi/mie. agak sulit mengingat gw penggila berat bakmi, cuma untungnya sejauh ini sakseeesss aja tuh ngurangin karbohidrat. alhasil, sampe skarang masih kurussss… hallelujahh!

tapi efek jelek dari puasa nasi ini cukup mengganggu, karena sebagai orang yang bergula darah rendah gw gampang sekali terkena pusing, gemeter2 gak jelas, dan berbagai gejala penderita-gula-darah-rendah lainnya. dan menyebalkannya lagi, gw senang sekali dengan keadaan kurus ini, jadinya i’d rather be starved than gain all the fat back again. tentu saja kondisi ini sudah dikomplen oleh beberapa pihak baik yang berkepentingan maupun tidak (termasuk gw sendiri.. secara gw paling gak tahan kelaparan), dan akhir2 ini memang gw tetep mengusahakan untuk makan nasi, walaupun tetap dengan porsi yang (di)kurang(i).

cuma ya gitu deh efeknya. sore2 bawaannya lapar mata (maupun lapar beneran), pengen mesen ini itu. apalagi di lokasi kalau siang-sore adaaaa aja camilan2 menyenangkan. bubur ayam dan bakso termasuk didalamnya. untunglah gw diare gara2 bakso, jadi skarang sudah tidak tergoda sama bakso. bubur cukup setengah mangkok saja. kadang kalau lagi gak tahan, pesen sate ayam dengan lontong 1. ya gitu deh. so far sih makanan2 tersebut belum berhasil menambah ukuran pantat dan paha… gak tau ya kalau numpuknya di perut. 😀

dan sialnya lagi, efek kurus ini sungguh jelek di kondisi dompet gw. krn bawaannya jadi pengen shopping muluuuuu buu. secara nyoba ini itu biasanya gak ada yg muat, ini muat semuaaaaa. jadi menggila. ehuaehiaehaueiaheae. haduh, kudu jauh2 dari mall nih. eh speaking of shopping, jaket ini gw dapetin gratis.. dari jordi. 😀 bagus yaaaaa? biarin deh kegedean dikit (secara ini ukurannya L dan gw M.. *najis.. bangga banget size baju turun 1 tingkat.. rasanya lebih bangga daripada lulus kuliah dulu… hiakhkiahkiahkahikah*

ps: tulisan ini dibuat dalam keadaan setengah lapar dan ngidam berat sate padang dan cheesecake. 😦 hiiikkksss….


Advertisements

One thought on “habis gelap terbitlah terang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s